Indonesian Mining Association


  • Buat akun
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

ESDM Sulit Memberikan Izin Ekspor ke Freeport

Surel Cetak PDF

JAKARTA - Pemerintah mengaku masih sulit untuk mempercepat pemberian status Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) kepada PT Freeport Indonesia. Makanya, Freeport hingga saat ini belum mendapatkan rekomendasi izin ekspor konsentrat.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tartar mengungkapkan, dari 11 persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan rekomendasi izin ekspor konsentrat, ada beberapa poin yang masih sulit tercapai. Salah satunya ketentuan perpajakan yang harus prevailing, yakni mengikuti perubahan aturan perpajakan yang ada, setelah berstatus UTPK.

Pemerintah masih mencari jalan tengah . Freeport Indonesia masih ngotot sistem perpajakannya tetap nail doicn atau tidak berubah. "Tidak mungkin dapat semuanya dalam negosiasi. Namanya pemaksaan atau ancaman kalau harus 100%," ujar dia, di kantornya, Selasa (7/2). Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, bakal menerbitkan IUPK sementara agar ekspor Freeport berlanjut, sebelum IUPK permanen diperoleh.

Sebelumnya dalam rilis ke KONTAN, Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson mengatakan, Freeport terlibat aktif dengan pemerintah terkait pembahasan kelanjutan operasi secara penuh. "Kami kecewa ini belum selesai dan prihatin dengan dampak negatif bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama tenaga kerja kami dan ekonomi lokal," katanya. Adkerson menginginkan pemerintah mengaktifkan seluruh operasi Freeport Indonesia. Termasuk ekspor konsentrat tembaga tanpa gangguan.

Pratama Guitarra

Sumber : Kontan, 08 Februari 2017

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 13 Februari 2017 09:41 )