Indonesian Mining Association


  • Buat akun
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Banjir Pasokan Membayangi Harga Tembaga

Surel Cetak PDF

JAKARTA - Penguatan dollar Amerika Serikat (AS) membuat harga tembaga kembali tertekan. Data Bloomberg, Senin (10/4), menunjukkan, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) terkikis 0,4% menjadi US$ 5.805 per metrik ton. Namun, harganya masih melambung 0,9% dalam sepekan terakhir.

Menurut Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim, setelah rilis data yang menyebutkan angka pengangguran di AS berkurang, the greenback kembali perkasa Alhasil, harga komoditas tertekan tak terkecuali tembaga.

Selain itu, ketakutan akan kelebihan pasokan atawa over supply tembaga di pasar global merebak. Penyebabnya, aktivitas pertambangan di Escondida, Chili, milik BHP Billiton Ltd kembali beroperasi, setelah terjadi kesepakatan antara pekerja yang sudah mogok kerja selama 35 hari dengan perusahaan itu.

Tekanan bertambah pasca hubungan PT Freeport Indonesia dengan Pemerintah RI yang menegang mulai mengendur. Ini membuat pasar menduga dalam waktu dekat

Freeport bisa kembali mengoperasikan tambang Grasberg. "Hal tersebut juga dapat membuat banjir pasokan tembaga yang akan membuat harganya jatuh," kata Ibrahim.

Tapi, Bank of America Merrill Lynch tetap melihat harga tembaga masih dibalut tren positif. Katalis utamanya berasal dari membaiknya indeks industri di China ke posisi tertinggi dalam lima tahun belakangan. Posisi China sebagai importir terbesar tembaga membikin harga komoditas ini akan segera rebound. Harga tembaga diproyeksikan bisa mencapai US$ 6.600 per metrik ton pada pertengahan tahun mendatang.

Dari sisi teknikal, Ibrahim menjelaskan, indikator bollinger band dan moving average berada di posisi 20% di atas bollinger bawah, yang mengidentifikasikan kecenderungan penurunan harga. Begitu pula dengan stochastic level 60% negatif turut mengerek ke bawah. Sementara, kedudukan di garis moving average convergence divergence (MACD) dan relative strength index (RSI) berada di posisi 60% positif. Ini mendorong pergerakan fluktuasi harga tembaga di pasar global tidak akan begitu tajam.

Itu sebabnya, Ibrahim pun memprediksikan, harga tembaga hari ini (11/4) berada di rentang US$ 5.700-US$ 5.850 per metrik ton. Sementara dalam sepekan ada di kisaran US$ 5.400-US$ 5.980. Olfi Fitri Hasanah

 Sumber : Kontan, 11 April 2017

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 18 April 2017 09:49 )