Indonesian Mining Association


  • Buat akun
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

HARGA BATUBARA DIPREDIKSI BAGUS SAMPAI 3 TAHUN MENDATANG

Surel Cetak PDF

KETUA Indonesian Mining Studies, Irwandy Arif menilai, meski harga batubara sedang naik namun perusahaan batubara tetap harus menjaga efisiensi. Hal ini dikarenakan kenaikan harga batubara memicu kenaikan harga operasional penambangan.

Ini dikarenakan pihak kontraktor yang selama ini ditekan harga operasionalnya karena harga rendah meminta ongkos operasional naik di tengah kondisi harga batubara yang membaik. Meski masih diprediksi mengalami fluktuasi, namun Irwandy melihat harga batubara hingga tiga tahun mendatang masih bagus. Berkisar di harga 60 hingga 80 dolar per ton bisa menjadi angin segar bagi perusahaan batubara nasional.

Kenaikan harga batubara ini dipicu banyaknya pembangkit listrik yang akan mulai beroperasi pada tahun depan. Banyaknya pembangkit listrik yang mulai beroperasi maka membuat permintaan batubara naik.

"Kalau melihat tren harga batubara akan tetap bagus sampai tiga tahun ke depan. Tapi di satu sisi ini juga pasti akan meningkatkan harga operasional penambangan. Efisiensi masih perlu dilakukan oleh perusahaan agar ketika harga batubara tidak lagi stabil perusahaan masih bisa melakukan perencanaan," ujar Irwandy saat dihubungi Republika, Rabu (1/11).

Irwandy juga menjelaskan, efisiensi yang dilakukan perusahaan tambang bisa melalui pemangkasan biaya biaya operasional non kegiatan tambang seperti perjalanan dinas dan ongkos rapat. Hal ini merupakan komponen efisiensi yang paling penting.

Namun, Irwandy tak menampik tak sedikit perusahaan tambang yang melakukan pemangkasan stripping ratio atau penurunan kuota penambangan. Untuk jangka pendek hal ini memang bisa dilakukan, meskipun ia menilai secara jangka panjang hal ini malah akan berbahaya bagi perusahaan tambang karena ongkos biaya yang lebih besar ke depannya.

"Ada yang menurunkan striiping ratio dari 13 persen ke 10 persen. Untuk jangka pendek tak apa. Tapi untuk jangka panjang, nantinya mereka akan dibabankan biaya untuk mengeruk tanah yang lebih besar lagi," ujar Irwandy. Intan Pratiwi/Budi Raharjo

Sumber : REPUBLIKA.co.id, 02 Nopember 2017