Indonesian Mining Association

  • Create an account
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Batas Waktu Pembangunan Smelter Freeport Belum Disepakati

E-mail Print PDF

JAKARTA - Pemerintah dan PT Freeport Indonesia belum mencapai kata sepakat terkait tenggat waktu pembangunan fasilitas pemurnian konsentrat tembaga (smelter). Ada dua opsi yang masih dibahas, yakni pembangunan selama lima tahun terhitung sejak tercapainya kesepakatan atau pembangunan selesai pada 2022. Pembangunan smelter merupakan salah satu poin negosiasi antara pemerintah dan Freeport terkait detil lampiran Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Kedua belah pihak sebenarnya sudah mencapai kesepakatan umum pada Agustus 2017 silam. Freeport bersedia membangun smelter. Namun sampai saat ini pembahasan detil mengenai pembangunan smelter belum mencapai kata sepakat.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot mengatakan, tenggat waktu pembangunan smelter akan dicantumkan dalam lampiran IUPK Freeport. Namun dia belum bisa memastikan kapan tenggat waktu tersebut. "Masih dirumuskan. Nanti kita lihat saja seperti apa dalam IUPK," kata Bambang di Jakarta, akhir pekan lalu.

Tenggat waktu pembangunan smelter penting untuk dicapai kesepakatan. Pasalnya, pemerintah sudah menetapkan batasan ekspor konsentrat hingga 2022. Bila pada periode tersebut smelter belum rampung maka produksi Freeport bisa terhambat.

Larangan ekspor konsentrat sebenarnya sudah ditetapkan sejak 2017 kemarin, namun hanya berlaku bagi pemegang Kontrak Karya (KK). Bagi pemegang IUPK masih diberikan izin ekspor konsentrat hingga 2022.

Larangan ekspor konsentrat itu sempat berimbas bagi Freeport pada awal 2017 silam. Produksi konsentrat menumpuk serta banyak karyawan yang dirumahkan. Selain itu, perekonomian di area konsensi Freeport pun lesu. Alhasil perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu pun bersedia melepas KK dan beralih menjadi IUPK. Namun perubahan ini dengan catatan stabilitas investasi dalam KK juga tertuang dalam IUPK. Oleh sebab itu, Freeport negosiasi dengan pemerintah.

Secara terpisah, Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama menyampaikan hal senada. Dia menyebut belum ada kesepakatan mengenai tenggat waktu pembangunan smelter. "Masih berlangsung pembahasannya," ujarnya.

(rap)

 Sumber : Investor Daily, 26 November 2018

Last Updated ( Friday, 30 November 2018 02:51 )