Indonesian Mining Association


  • Buat akun
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Tahun 2022, Batas Waktu Freeport Bangun Smelter

Surel Cetak PDF

TEMPO.CO , Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam memberikan tenggat lima tahun kepada PT Freeport Indonesia untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter). Pemerintah tengah membahas tiga dokumen yang diberikan raksasa pertambangan Amerika Serikat tersebut.

   "Sesuai kesepakatan, pembangunan smelter itu paling lama 5 tahun. Jadi ya sampai 2022. Beberapa hal yang yang belum mencapai kesepakatan masih dibahas," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamuji di Gedung Sekjen Kementerian ESDM, Gambir, Jakarta Pusat, 31 Mei 2017.

Teguh menjelaskan tim negosiasi Freeport dari pihak pemerintah tengah membagi kerja pembahasan klausul dalam dua tim. Masing-masing membahas kelangsungan operasi dan pembangunan smelter.

Tim yang membahas kelangsungan operasi sedang menelaah tiga dokumen yang diberikan secara resmi oleh PT Freeport, yakni dokumen IUPK, stabilitas investasi, serta regulasi yang diajukan mereka untuk dijadikan Peraturan Pemerintah. Pekan depan pembahasan akan dilanjutkan.

Sedangkan tim yang membahas pembangunan smelter masih berunding seputar kapan smelter harus dimulai, serta pengaturan ekspor konsentrat dengan besaran bea keluar.

Peraturan Pemerintah yang nanti diterbitkan, jelas Teguh, berlaku umum untuk mengantisipasi peralihan Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus atau IUPK. "Ya, regulasi nantinya sama dengan Kontrak Karya. Berikutnya juga terkait lingkungan," ujar Teguh singkat.

Perihal adanya kabar bahwa Freeport akan membangun smelter melalui kerja sama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Teguh belum bisa menjawab. "Mereka belum bicara. Tapi toh regulasi kita mengatakan Freeport boleh bekerja sama dengan pihak lain untuk bangun smelter," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Aryono membenarkan belum adanya progres smelter dari Freeport. "Progres smelter belum. Kalau dengan Amman belum ada lah, itu baru berita aja. Tapi ekspor dikaji setiap 6 bulan, dari April," ucap Bambang. AGHNI ADI | ALI HIDAYAT

https://bisnis.tempo.co/read/news/2017/06/01/090880710/tahun-2022-batas-waktu-freeport-bangun-smelter

 Sumber : TEMPO.CO, 01 Juni 2017

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 13 Juni 2017 08:01 )
 

Pemerintah Ultimatum Freeport

Surel Cetak PDF

JAKARTA - Pemerintah mengingatkan PT Freeport Indonesia untuk merealisasikan komitmen pembangunan Smelter atau fasilitas pengolahan hasil tambang. Jika tidak, pemerintah akan mencabut izin Ekspor konsentrat.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Mi-nerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono mengatakan, pemerintah memberikan waktu hingga Oktober kepada Freeport untuk memulai proses pembangunan Smelter.

"Kalau tidak ada perkembangannya, akan kami cabut izin Ekspornya," kata Bambang, di Jakarta, Kamis (1/6).

Freeport telah melakukan kegiatan Ekspor konsentrat sejak April 2017. Bambang mengungkapkan, evaluasi akan dilakukan sejak perusahaan tersebut menjalankan kegiatan bisnisnya itu. "Enam bulan sejak mereka mengEkspor pada April," ujarnya.

Bambang mengatakan, pemerintah akan membentuk tim untuk mengevaluasi proses pembangunan Smelter oleh Freeport. Namun, ia enggan menyebutkan siapa saja yang terlibat di dalam tim tersebut.

Kementerian ESDM pada pertengahan Februari 2017 mengeluarkan rekomendasi Ekspor untuk Freeport dengan volume 1.113.105 Wet Metric Ton (WMT) konsentrat Tembaga. Freeport kemudian mengurus ke Kementerian Perdagangan pada April hingga mendapat izin menjalankan proses Ekspor konsentrat.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji menambahkan, kesepakatan pembangunan Smelter merupakah salah satu hasil negosiasi antara pemerintah dengan Freeport.

Teguh menegaskan, perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut tetfp berkomitmen membangun Smelter. "Pertama untuk yang Smelter. Pembangunan Smelter paling lama lima tahun, tahun 2022, itu sudah sepakat," kata Teguh.

Meski begitu, masih ada beberapa poin kesepakatan yang perlu dibahas kedua pihak. Soal Smelter, kata dia, Freeport kemungkinan enggan bergabung dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara dalam kepemilikan pabrik Smelter. Padahal, pemerintah mempersilakan Freeport bekerja sama dengan pihak lain untuk membangun Smelter.

Dia mengatakan, pemerintah memberikan batasan -waktu lima tahun ke depan kepada PTFI untuk merampungkan pabrik pengolahan bahan tambang. Dia menambahkan, pemerintah akan kembali bertemu dengan Freeport untuk membicarakan kapan pembangunan Smelter bisa dimulai. Selain itu, bakal dibahas pula besaran bea keluar untuk kegiatan Ekspor konsentrat. "Pekan depan kita mulai lagi negosiasi," katanya.

Pembahasan antara pemerintah dengan PTFI berlangsung hingga Oktober 2017. Selain Smelter, negosiasi juga membahas soal kontTak Freeport yang akan berakhir pada 2021, jika tidak ada perpanjangan kontrak.

Menteri ESDM Ignatius Jonan menegaskan, pabrik Smelter yang dibangun oleh Freeport tidak harus berlokasi di Timika, Papua.

"Tidak harus di Papua, lebih khusus di Timika. Sebaiknya harus jauh dari lingkungan masyarakat," katanya.

antara ed satria kartika yudha / FREDERIKUS BATA

 Sumber : REPUBLIKA, 02 Juni 2017

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 13 Juni 2017 07:59 )
 

Pemerintah Siap Keluarkan PP Stabilisasi Investasi

Surel Cetak PDF

JAKARTA - Lagi-lagi aturan tentang PT Freeport Indonesia Dalam waktu dekat, pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait dengan stabilitas Investasi dan perubahan status dari kontrak karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Teguh Pamudji menyatakan pada perkembangan dalam negosiasi dengan Freeport, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) tengah, membuat regulasi baru tersebut.

Menurut Teguh, Ketua Badan Kebijakan Fiskal Suahasil datang ke Kementerian ESDM dan mengatakan sudah mempersiapkan regulasi itu. Regulasi itu juga menjadi fokus yang dibahas bersama dengan Freeport Indonesia. "Tapi, kita membuat aturan bukan untuk Freeport, kita membuat untuk melindungi semua," Kata Teguh, di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (31/5). Ketika dikonfirmasi, Ketua Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suahasil enggan menjawab pertanyaan KONTAN.

Pengamat Hukum Sumber Daya Alam dari Universitas Tarumanegara (Untar) Ahmad Redi menilai, pembentukan PP ini menjadi pertanda bahwa pemerintah kembali dikendalikan Freeport Indonesia. Menurutnya, PP itu sebagai legalisasi konversi KK menjadi IUPK.

Pratama Guitarra

 Sumber : Kontan, 02 Juni 2017

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 13 Juni 2017 07:56 )
 

Banjir Pasokan Membayangi Harga Tembaga

Surel Cetak PDF

JAKARTA - Penguatan dollar Amerika Serikat (AS) membuat harga tembaga kembali tertekan. Data Bloomberg, Senin (10/4), menunjukkan, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) terkikis 0,4% menjadi US$ 5.805 per metrik ton. Namun, harganya masih melambung 0,9% dalam sepekan terakhir.

Menurut Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim, setelah rilis data yang menyebutkan angka pengangguran di AS berkurang, the greenback kembali perkasa Alhasil, harga komoditas tertekan tak terkecuali tembaga.

Selain itu, ketakutan akan kelebihan pasokan atawa over supply tembaga di pasar global merebak. Penyebabnya, aktivitas pertambangan di Escondida, Chili, milik BHP Billiton Ltd kembali beroperasi, setelah terjadi kesepakatan antara pekerja yang sudah mogok kerja selama 35 hari dengan perusahaan itu.

Tekanan bertambah pasca hubungan PT Freeport Indonesia dengan Pemerintah RI yang menegang mulai mengendur. Ini membuat pasar menduga dalam waktu dekat

Freeport bisa kembali mengoperasikan tambang Grasberg. "Hal tersebut juga dapat membuat banjir pasokan tembaga yang akan membuat harganya jatuh," kata Ibrahim.

Tapi, Bank of America Merrill Lynch tetap melihat harga tembaga masih dibalut tren positif. Katalis utamanya berasal dari membaiknya indeks industri di China ke posisi tertinggi dalam lima tahun belakangan. Posisi China sebagai importir terbesar tembaga membikin harga komoditas ini akan segera rebound. Harga tembaga diproyeksikan bisa mencapai US$ 6.600 per metrik ton pada pertengahan tahun mendatang.

Dari sisi teknikal, Ibrahim menjelaskan, indikator bollinger band dan moving average berada di posisi 20% di atas bollinger bawah, yang mengidentifikasikan kecenderungan penurunan harga. Begitu pula dengan stochastic level 60% negatif turut mengerek ke bawah. Sementara, kedudukan di garis moving average convergence divergence (MACD) dan relative strength index (RSI) berada di posisi 60% positif. Ini mendorong pergerakan fluktuasi harga tembaga di pasar global tidak akan begitu tajam.

Itu sebabnya, Ibrahim pun memprediksikan, harga tembaga hari ini (11/4) berada di rentang US$ 5.700-US$ 5.850 per metrik ton. Sementara dalam sepekan ada di kisaran US$ 5.400-US$ 5.980. Olfi Fitri Hasanah

 Sumber : Kontan, 11 April 2017

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 18 April 2017 09:49 )
 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL