Indonesian Mining Association


  • Buat akun
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Izin Ekspor Freeport Berlaku 6 Bulan

Surel Cetak PDF

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan PT Freeport Indonesia (PTFI) hanya mendapatkan izin ekspor konsentrat sementara, bukan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sementara.

Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan kelonggaran kepada PTFI untuk mengubah status kontrak karya (KK) menjadi IUPK dalam waktu delapan bulan terhitung sejak 10 Februari 2017. Dalam kurun waktu itu, PTFI masih diberi izin sementara untuk mengapalkan produksi konsentrat tembaga. "Yang menjadi sementara itu selalu izin ekspornya. Tiap enam bulan, hal itu akan kami review," ujar Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Beberapa hal yang akan dikaji selama masa izin ekspor sementara itu, tambah Jonan, ialah pembangunan smelter dan perundingan masalah perpajakan.

Dengan izin ekspor sementara itu, posisi PTFI di Indonesia dipastikan belum sepenuhnya aman. Jika dalam masa evaluasi tidak ada perkembangan dalam hal smelter ataupun pajak, izin ekspor Freeport akan dicabut. "Kembali ke KK, ya. tidak akan ekspor lagi," tegasnya.

Jonan menambahkan pemegang KK tidak diwajibkan mengubah status mereka menjadi IUPK asalkan tidak menjual konsentrat ke luar negeri. Status KK bisa dipertahankan hingga kontrak berakhir.

Sebelumnya, sikap Kementerian ESDM sempat dipertanyakan terkait dengan adanya kabar bahwa IUPK sementara bagi PTFI telah terbit. Staf Khusus Menteri ESDM Hadi Djuraid mengatakan Kementerian ESDM mengdcu dan berpedoman pada Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2017.

Atas dasar itu, sikap Kementerian ESDM ialah menggunakan perundingan untuk memastikan PTFI mengubah KK menjadi IUPK operasi produksi.

(Pol/Tes/X-6)

 Sumber : Media Indonesia, 07 April 2017


Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 18 April 2017 09:16 )
 

Diperbolehkan Ekspor, Harga Saham Freeport Naik 2,3 Persen

Surel Cetak PDF

TEMPO.CO , Jakarta - Harga saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan Inc (FCX) di bursa saham New York, pada penutupan perdagangan Selasa sore, 4 April 2017 waktu setempat (Rabu pagi WIB) ditutup menguat 2,27 persen atau US$ 0,3 menjadi US$ 13,54 per saham. Pada penutupan perdagangan sebelumnya harga saham Freeport sebesar US$ 13,24 per saham.

Penguatan itu menyusul keputusan pemerintah Indonesia untuk memberikan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sementara kepada PT Freeport Indonesia, unit usaha Freeport-McMoRan Inc, sehingga perusahaan diperbolehkan ekspor konsentrat.

Dalam sepekan terakhir, harga saham perusahaan pemilik tambang emas dan tembaga Grasberg, Papua itu melonjak 8 persen dari US$ 12,52 per saham pada 29 Maret 2017. Penguatan tersebut seiring sentimen positif kabar bahwa perusahaan dan pemerintah Indonesia hampir mencapai kesepakatan.

Tercatat nilai kapitalisasi pasar saham Freeport per 4 April 2017 sebesar US$ 19,5 miliar atau sekitar Rp 260 triliun.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kemarin mengumumkan membolehkan Freeport Indonesia menjual mineral olahannya ke luar negeri sekalipun perundingan tidak kunjung mencapai kata sepakat. Negosiasi mengenai pembangunan fasilitas pengolahan tembaga ( smelter ) juga belum kelar.

Dalam pembahasan jangka panjang, poin yang dibicarakan adalah stabilitas investasi, keberlangsungan operasi Freeport, divestasi, dan pembangunan smelter," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Mohamad Teguh Pamuji di Jakarta, Selasa, 4 April 2017.

Peraturan Menteri Energi Nomor 5 Tahun 2017 membolehkan perusahaan mengekspor mineral olahan selama menyetor rencana pembangunan smelter. Kementerian Energi akan menunjuk auditor independen untuk memeriksa realisasi pembangunannya. Jika tidak mencapai 90 persen dari target, rekomendasi ekspor bakal dicabut.

Kementerian menjamin, meski pembahasan belum selesai, Freeport berkomitmen membangun smelter. Fasilitas pengolahan berada di Gresik, Jawa Timur, dengan kapasitas 2 juta ton per tahun. Proyek itu menelan anggaran hingga US$ 2,1 miliar. Namun sampai sekarang pembangunannya mandek di angka 14 persen. Janji Freeport memulai konstruksi pada Juni 2016 tidak terbukti.

Rekomendasi ekspor Freeport terbit pada 17 Februari 2017. Kementerian memberi kuota penjualan sebesar 1,13 juta ton selama setahun. Rekomendasi diberikan seiring dengan penerbitan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport.

Namun hingga kini Freeport belum mengajukan izin ekspor ke Kementerian Perdagangan. Sebab, perusahaan belum menyepakati IUPK tanpa kepastian hukum dan fiskal setara kontrak karya. Juru bicara Freeport, Riza Pratama, enggan menjawab kapan perusahaan bakal melanjutkan ekspor. Dia mengatakan saat ini perusahaan masih terus berunding dengan pemerintah. "Kami masih terus berunding dan berlangsung konstruktif," katanya.

ABDUL MALIK | ROBBY IRFANY | FLORENTIN

 Sumber : TEMPO.CO, 05 April 2017

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 18 April 2017 08:17 )
 

Freeport Masih Enggan Ekspor Konsentrat

Surel Cetak PDF

JAKARTA - Kendati telah sepakat untuk mengubah status kontrak karya menjadi izin usaha Pertambangan khusus, PT Freeport Indonesia masih enggan melakukan ekspor konsentrat Tembaga sebelum ada aturan baru yang jelas.

Juru bicara PT Freeport Indonesia (PTFI) Riza Pratama mengatakan, pihaknya masih menunggu finalisasi dari Kementerian ESDM terkait kepastian regulasi ekspor konsentrat Tembaga.

Setelah selesai, barulah pihaknya bersedia untuk memproses rekomendasi izin ekspor yang telah diberikan Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM) ke Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan izin ekspor.

"Kita tunggu finalisasi [peraturan] agar bisa segera ekspor. Kita tunggu rekomendasi dari ESDM. Nanti rekomendasi itu dikasih ke (Kementerian] Perdagangan," katanya, Rabu (5/3).

Dia mengungkapkan, tujuan ekspor konsentrat Tembaga PTFI masih sesuai dengan kontrak sebelumnya, antara Iain Filipina, Jepang, dan Korea Selatan. Namun, sejauh ini belum ada persiapan pengapalan konsentrat Tembaga.

"Ekspor kita ke Jepang, Filipina, Korea dengan kontrak yang sudah ada setelah dinyatakan force majeure [keadaan di luar kendali] sebelumnya," ujarnya.

Sesuai dengan rekomendasi izin ekspor yang telah diterbitkan oleh ESDM pada 17 Februari 2017, PTFI berhak mengekspor 1,11 juta ton konsentrat Tembaga untuk jangka waktu 1 tahun.

Pengapalan konsentrat Tembaga ke PT Smelting di Gresik, Jawa Timur sudah berjalan. Namun, volumenya masih menyesuaikan dengan kapasitas gudang penyimpanan perusahaan smelter tersebut. Pasalnya, kegiatan operasi Smelting sempat terhenti yang mengakibatkan menumpuknya cadangan konsentrat Tembaga di gudang penyimpanannya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji me ngatakan kendati belum ada kesepakatan jangka panjang dengan PTFI, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut sudah boleh mengekspor konsentrat Tembaga karena telah bersedia berubah menjadi IUPK.

PTFI boleh kembali pada status kontrak karya (KK) apabila hingga 10 Oktober 2017 belum juga ada kesepakatan dengan pemerintah Indonesia. Untuk itu, pemerintah pun tengah menyiapkan peraturan baru sebagai landasan hukum.

"Kalau 8 bulan tidak sepakat maka boleh kembali ke KK 100%. Regulasi yang memayungi, kita akan mengakomodasikan untuk melandasi itu," tuturnya.

Teguh enggan mengungkapkan kapan peraturan itu bisa bisa terbit. Dia hanya mengatakan bentuknya berupa Peraturan Menteri ESDM.

IUP BERMASALAH

Sementara itu, penetapan final terkait dengan pencabutan izin usaha Pertambangan (IUP) bermasalah yang belum berstatus clean and clear (CC) menunggu putusan pengadilan yang dinyatakan berkekuatan hukum tetap atas gugatan yang diajukan perusahaan.

Direktur Jenderal mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan berapa jumlah perusahaan yang izinnya harus dicabut oleh gubernur. Penataan izin tambang tersebut seharusnya selesai sejak Januari 2017 sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 43/2015.

Namun, muncul ketidakpuasan dari sebagian perusahaan yang dinyatakan belum CC dan terancam dicabut izinnya. Alhasil, gugatan pun beramai-ramai diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). "Dengan kondisi yang sampai saat ini masih berkasus hukum, kita tunggu keputusan inkracht [berkekuatan hukum tetap] dari pengadilan," kata Bambang.

Bambang belum bisa mengungkapkan berapa jumlah perusahaan yang mengajukan gugatan tersebut. Namun, dia menyatakan jumlahnya bisa mencapai ratusan.

Setelah ada putusan pengadilan, Kementerian ESDM akan merapatkan hasilnya dengan Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan pihak lainnya yang berhubungan dengan masalah hukum seperti Kementerian Hukum dan hak asasi manusia, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta pihak kejaksaan.

Sementara itu, hingga 4 April 2017, dari total 8.524 IUP yang tercatat oleh Kementerian ESDM, hanya 3.588 perusahaan yang memiliki surat keputusan (SK) masih aktif, sedangkan sisanya sebanyak 4.936 IUP sudah habis masa berlaku surat keputusannya.

SK tersebut dihitung sampai dengan Desember 2016 berdasarkan rekapitulasi data yang masuk ke Direktorat Jenderal mineral dan Batubara.

Dari 3.588 IUP dengan SKaktif tersebut, sebanyak 2.985 IUP telah berstaus CC, sedangkan 603 IUP belum berstatus CC.

Direktur Centre for Indonesian Resources Strategic Studies (Ciruss) Budi Santoso menilai, pemerintah harus berhati-hati ketika memutuskan untuk mencabut IUP bermasalah. "Kalau mencabut IUP yang belum CC bisa berpotensi digugat karena status CC itu tidak ada dasar hukumnya." "PTFI masih menunggu Peraturan Menteri ESDMsebagai landasan hukumperusahaan itu untuk mengekspor konsentrat Tembaga."

 Sumber : Bisnis Indonesia, 06 April 2017

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 18 April 2017 08:14 )
 

Selama Negosiasi, Freeport Berstatus IUPK

Surel Cetak PDF

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Freeport Indonesia masih menggelar proses negosiasi terkait dengan kelanjutan usaha perusahaan tambang emas tersebut. Selama masa perundingan, Freeport berstatus sebagai Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji menyatakan, Kementerian ESDM dan Freeport sudah menyepakati proses negosiasi berlangsung sampai Oktober 2017. Selama periode tersebut. Freeport berstatus sebagai IUPK agar bisa mengekspor mineral mentah dan menjalankan usaha. Kalau sampai Oktober 2017 tidak mencapai kata sepakat. Freeport bisa kembali kontrak karya," terangnya, saat konfereasi pers di Kantor Kementerian ESDM. Selasa (VA).

Konsekuensinya, jika Freeport memilih kontrak karya maka perusahaan tersebit tidak bisa mengekspor- mineral mentah. Namun jika memilih IUPK. Freeport bisa mengekspor mineral mentah asalkan juga mematuhi ketentuan lain terkait dengan ekspor mineral mentah. "Pemerintah akan comply dengan regulasi setelah IUPK ini, untuk menjembatani penyelesaian yang cukup panjang ini," jelas dia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batubara (Miner-ba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyonqrmenyatakan, dengan status IUPK ini, Freeport sudah bisa mengajukan izin ekspor. Perusahaan ini bisa mengajukan rekomendasi kuota 1,1 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Tapi Freeport harus mengajukan rekomendasi ekspor ke Kementerian Perdagangan disertai pembangunan smelter. "Walaupun IUPK, tapi tidak membangun smelter tetap tidak bisa ekspor. Dalam enam bulan tidak tercapai, dicabut," tegasnya.

Riza Pratama Jurubicara Freeport mengatakan, pihaknya sepakat menjadi IUPK tetapi belum mengajukan izin ekspor mineral. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ekspor," kata dia

Direktur Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan Bisman Bhaktiar mengatakan, pemberian IUPK ke Freeport hanya akal-akalan." Pemerintah memaksakan kehendak dan dengan berbagai cara memberikan izin ekspor," jelasnya.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil akan menggugat pemberian status IUPK Sementara itu kepada Freeport.

Pemberian status tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak ada di dalam PP No 1/2017, Permen ESDM 5/2017 dan Permen ESDM No 6/2017 yang sudah terbit. Pratama Guitarra

 Sumber : Kontan, 05 April 2017

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 18 April 2017 08:07 )
 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL