Indonesian Mining Association


  • Buat akun
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

TANGGAPAN API-IMA TERHADAP RPP B3

Surel Cetak PDF

SEHUBUNGAN sedang disusunnya RPP B3, dan setelah membaca dengan seksama; maka Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) memahami dan mendukung isi RPP kecuali tentang limbah khusus yang didefinisikan sebagai limbah B3 dari sumber spesifik khusus (pasal 1 butir 19) dan pasal-pasal yang terkait. Keberatan API-IMA terutama adalah terhadap penetapan limbah-limbah dengan tingkat hazard rendah sebagai limbah B3, sehingga menimbulkan konsekuensi berlebihan yang tidak perlu dan bahkan tidak memungkinkan secara teknis dan ekonomis untuk dilaksanakan.

PENGECUALIAN LIMBAH PERTAMBANGAN DARI PERATURAN LIMBAH B3

Pemerintah Indonesia diharapkan dapat mengikuti jejak negara lain seperti Amerika Serikat yang telah lebih dahulu melalui proses penyusunan regulasi terkait limbah industri pertambangan dalam kaitan dengan regulasi limbah B3. Dalam tahun 1980, Kongres Amerika Serikat mengesahkan Bensten and Bevill Amendments yang memberikan mandat pada US EPA untuk melakukan evaluasi terhadap 6 limbah khusus termasuk limbah-limbah pertambangan untuk dikecualikan atau dikeluarkan dari aturan limbah B3. Setelah melalui berbagai kajian dan pertimbangan selama ±10-15 tahun, maka pihak yang berwenang memutuskan untuk mengeluarkan/mengecualikan limbah industri pertambangan termasuk tailing dari aturan limbah B3. Indonesia dapat mengambil manfaat dari pengalaman negara lain dan tidak perlu harus melalui masa pertimbangan yang lama seperti disana (reinvent the wheel).

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) mengusulkan agar:

  1. a.Limbah-limbah pertambangan termasuk tailing, slag, abu batubara (fly ash dan bottom ash) dan lain-lain diklasifikasikan sebagai limbah khusus non B3 (karena tingkat hazard yang rendah) dan pengelolaannya diatur secara terpisah melalui keputusan Menteri dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap lingkungan dan mempertimbangkan secara ilmiah kondisi spesifik dari lokasi setiap limbah tersebut kasus per kasus.
  1. b.Merevisi judul menjadi “RPP tentang B3, Limbah B3 dan Limbah Khusus”. Dengan definisi Limbah Khusus adalah: Limbah-limbah dengan tingkat hazard rendah yang tidak termasuk dalam limbah B3, namun memerlukan penanganan secara khusus. Hal ini akan menghilangkan status default limbah pertambangan sebagai limbah B3 agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar tentang tingkat bahaya yang sesungguhnya.
  1. c.Oleh karena konvensi dumping London (London Dumping Convention) tidak diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia, maka kami mengusulkan untuk menghilangkan keseluruhan isi paragraf 13 Penjelasan Umum RPP halaman 115 yang berbunyi:

Dumping limbah ke darat maupun ke laut merupakan alternatif paling akhir dalam pengelolaan limbah, termasuk dumping beberapa jenis limbah B3. Dumping Limbah B3 yang memiliki toksisitas tinggi dilarang dilakukan di laut berdasarkan kajian ilmiah, referensi internasional, maupun konvensi internasional seperti konvensi dumping London (London Dumping Convention). Larangan dan pembatasan dumping ke laut dimaksudkan untuk melindungi ekosistem laut serta menghindari terjadinya pencemaran dan perusakan lingkungan hidup di laut karena air laut merupakan media yang mudah dan cepat menyebarkan polutan dan/atau zat pencemar. Untuk itu, dumping limbah ke laut hanya dapat dilakukan apabila suatu limbah dihasilkan dari kegiatan di laut dan tidak dapat dilakukan pengelolaan di darat berdasarkan pertimbangan lingkungan hidup, teknis, dan ekonomi.

Asosiasi Pertambangan Indonesia, berpandangan bahwa peraturan yang dibuat tanpa memperhatikan karakteristik industri Pertambangan dan energi akan menyebabkan peraturan tersebut tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Dengan demikian, apabila RPP ini diundangkan tanpa memperhatikan karakteristik industri pertambangan dan industri lainnya, maka akan menghambat upaya Pemerintah dalam menarik investasi, dan menyebabkan ketidakpastian hukum bagi industri pertambangan dalam mengelola limbahnya secara bertanggung jawab.■

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 08 Januari 2013 08:51 )
 

KAJIAN AKADEMIS HILIRISASI SEKTOR PERTAMBANGAN

Surel Cetak PDF

PEMBACA yang budiman, peningkatan nilai tambah industri pertambangan melalui pembangunan pengolahan dan pemurnian di dalam negeri adalah amanat dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang perlu didukung untuk meningkatkan nilai tambah; mendorong pengembangan industri manufaktur dalam negeri; dan meningkatkan daya saing produk hilirisasi tambang di pasar regional dan global.

Dalam pelaksanaan kebijakan hilirisasi sektor pertambangan, disadari bahwa banyak hal yang masih perlu dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), baik oleh pemerintah, kalangan perguruan tinggi, dunia usaha termasuk dalam hal ini Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) sebagai wadah industri pertambangan di Indonesia. Untuk melengkapi masukan yang konstruktif kepada pemerintah, API-IMA telah bekerjasama dengan LAPI-ITB melakukan kajian akademis tentang aspek tekno-ekonomi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian untuk beberapa komoditas mineral. Dalam rangka kajian akademis tersebut, telah diadakan 5 (lima) rangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang membahas lima jenis komoditas, yaitu nikel, bauksit, besi, tembaga dan timbal-seng.

Guna mendapatkan data yang lebih mendalam, pada rangkaian FGD tersebut juga telah dibahas beberapa issue penting seperti antara lain penyediaan energi, penyerapan pasar dalam negeri, infrastruktur, pandangan institusi perbankan, aspek perpajakan dan fasilitas investasi, linkages dgn struktur industri dalam negeri, aspek pasar internasional dan lain-lain. Dalam pelaksanaan FGD tersebut API-IMA telah berupaya sedapat mungkin untuk menghadirkan pihak-pihak terkait dari berbagai instansi pemerintah, lintas asosiasi industri, perusahaan-perusahaan anggota API-IMA dan non-anggota API-IMA, perguruan tinggi, konsultan ternama dari dalam dan luar negeri, para ahli serta berbagai pihak lainnya.

Dari 5 rangkaian FGD yang telah dilaksanakan, ada beberapa catatan penting yang perlu dikaji lebih lanjut guna suksesnya hilirisasi sektor pertambangan. Dari perspektif tahapan “hulu” pertambangan, ketersediaan dan pemetaan akan sumber daya (resources) dan cadangan (reserve) mineral merupakan faktor yang penting. Terkait dengan hal itu, faktor pertambahan nilai (value creation) dari masing-masing mineral berbeda satu sama lain. Hal ini yang kiranya dapat dijadikan landasan awal untuk penyusunan kebijakan peningkatan nilai tambah yang mempertimbangkan karakteristik dari masing-masing mineral. Dari sisi tahapan pengolahan dan pemurnian (processing and refining), issue terkait dengan permintaan (demand) dan penawaran (supply) dari produk hasil hilirisasi sektor pertambangan. Untuk aspek teknologi, saat ini metode pyro metallurgi lebih mendominasi; sedangkan teknologi hydrometallurgy masih belum banyak digunakan.

Kelayakan pembangunan smelter merupakan faktor penting yang menjadi dasar pertimbangan dari perbankan sebagai salah satu sumber pendanaan. Dalam hal ini, struktur permodalan dan biaya serta struktur pendapatan (income), dukungan regulasi serta penciptaan nilai tambah (value added creation) menjadi faktor utama dalam penilaian perbankan apakah suatu permohonan pembangunan smelter dapat dikategorikan “bankable” atau “tidak bankable”.

Selain itu, di dalam rangkaian FGD terungkap bahwa kelayakan pembangunan smelter tidak terlepas dari sisi permintaan industri manufaktur dalam negeri. Dalam aspek ini tercakup pentingnya kebutuhan rill mengenai demand permintaan dalam negeri terhadap produk hasil olahan, juga pemetaan industri manufaktur termasuk kuantitas dan kualitas dari material serta data mengenai multiplier effect, supply chain dan lain-lain.

Sebagai rangkaian akhir dari kajian akademis tersebut, maka API-IMA telah mengadakan suatu Seminar Hilirisasi ke-2, yang merupakan kelanjutan dari Seminar Hilirisasi yang telah diadakan oleh API-IMA pada tanggal 17 Juli 2012 yang lalu. Dalam seminar Hilirisasi Sektor Pertambangan ke-2 tersebut telah disampaikan hasil kajian akademis yang dilaksanakan oleh tim dari LAPI-ITB serta pandangan dari instansi pemerintah terkait dengan aspek-aspek yang berhubungan dengan pelaksanaan hilirisasi sektor pertambangan, seperti : 1) Ketersediaan sumberdaya dan cadangan; 2) Ketersediaan energi dan infrastruktur; 3) Kesiapan insentif fiskal; 4) Fasilitas penanaman modal; 5) Perizinan: Pusat & Daerah serta izin proses industri; 6) Kebijakan pengembangan industri manufaktur berbasis logam yang saling terkait; dan 7) Kebijakan untuk mendorong daya saing produk hilirisasi tambang.

Tujuan dari Seminar tersebut adalah : i) untuk mensosialisasikan hasil kajian tekno-ekonomi pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian dalam negeri untuk beberapa komoditas mineral tertentu; ii) untuk mengidentifikasikan peluang dan tantangan dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan nilai tambah sektor pertambangan; iii) untuk merumuskan usulan kerangka kebijakan peningkatan nilai tambah dalam kerangka peningkatan iklim investasi di sektor pertambangan; dan iv) untuk mendapatkan masukan yang konstruktif bagi dunia usaha dalam melakukan konsultasi dengan pemerintah terkait dengan pelaksanaan kebijakan peningkatan nilai tambah industri pertambangan.

API-IMA berharap bahwa hasil dari FGD dan seminar tersebut dapat menjadi sebuah masukan yang konstruktif bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan lebih lanjut mengenai pelaksanaan kebijakan peningkatan nilai tambah, agar kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pertambangan.■RED

Editorial November 2012

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 08 Januari 2013 08:47 )
 

RANGKUMAN AKTIFITAS SEKRETARIAT API‐IMA

Surel Cetak PDF

PERIODE : SEPTEMBER 2012

 

UNDANGAN RAPAT

Pelaksanaan FGD Seri Iron – Financing & Taxation (4 Sep 2012)

Bertempat di Ruang Pertemuan Lt. 5, Gedung Ditjen Minerba, Jl. Dr. Supomo 10, Jakarta. FGD ini dihadiri +110 peserta dari berbagai kalangan, termasuk anggota API‐IMA, asosiasi terkait, KADIN, PERHAPI, instansi pemerintah dan lembaga (kalangan ESDM, Perekonomian, Perindustrian, Perdagangan, BKF, Tekmira) dan lain‐lain. FGD Seri Iron – Financing & Taxation ini menghadirkan empat pemateri, yaitu dari Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA), PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO), Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia, yang sebelumnya didahului penjabaran umum FGD Seri Iron – Financing & Taxation oleh LAPI‐ITB.

Pertemuan dan Diskusi Terbatas dengan CRU Strategies (10 Sep 2012)

Pertemuan dilakukan dalam dua sesi diskusi terbatas sebagai bagian dari persiapan ke FGD seri 4 tgl 11 September 2012. Pada pertemuan pertama sesi diskusi komoditas tembaga dilaksanakan di Board Room PT Freeport Indonesia, Plaza 89 Lt. 4, Jl. HR Rasuna Said Jakarta Selatan, jam 10.00‐12.00 WIB. Pada sesi kedua diskusi pembahasan komoditas metal lainnya dilaksanakan di Ruang Satui PT Bumi Resources Tbk, Bakrie Tower Lt. 11, Kompleks Rasuna Epicentrum Jakarta, jam 14.00‐16.00 WIB. Dalam forum diskusi terbatas ini Dr. Allan Trench (CRU Strategies) menyampaikan analisis yang mencakup beberapa hal, antara lain: struktur industri dan flow chart dari industri; indikasi dari alur perdagangan; supply and demand; kapasitas industri (outlook kapasitas project pengolahan baru, capital cost); mekanisme harga LME dan beberapa isu penting lain yang sangat terkait dengan kegiatan pengolahan dan pemasaran mineral.

Pelaksanaan FGD Seri Market & Industry Structure, Global Outlook, and Copper Smelter (11 Sep 2012)

Bertempat di Ruang Pertemuan Lt. 5, Gedung Ditjen Minerba, Jl. Dr. Supomo 10, Jakarta. FGD ini dihadiri +130 peserta dari berbagai kalangan, termasuk anggota API‐IMA, asosiasi terkait, KADIN, PERHAPI, instansi pemerintah dan lembaga (kalangan ESDM, Perekonomian, Perindustrian, Perdagangan, BKF, Tekmira) dan lain‐lain. FGD Seri Market & Industry Structure, Global Outlook, and Copper Smelter ini menghadirkan empat pemateri, yaitu dari Atlantic Copper, CRU Strategies, PT Batutua Tembaga Raya, Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (APKABEL), yang sebelumnya didahului penjabaran umum oleh LAPI‐ITB.

Rapat Persiapan Keikutsertaan Ditjen Minerba dalam Pameran Bauma 2013 di Munich – Jerman (12 Sep 2012)

Rapat diinisiasi oleh Plh. Direktur Teknik dan Lingkungan, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara – KESDM. Rapat ini dilaksanakan terkait terpilihnya Indonesia sebagai Partner Country pada Pameran Bauma 2013 dan keikutsertaan Dirjen Minerba dalam pameran tersebut.

Courtesy Call API‐IMA dengan Kepala BKPM (12 Sep 2012)

Pertemuan ini diinisiasi oleh API‐IMA untuk bertemu dengan Dr. M. Chatib Basri, guna menyampaikan update dan membahas perkembangan investasi di sektor pertambangan, sekaligus silaturahim atas diangkatnya beliau sebagai Kelapa BKPM. Pada pertemuan tersebut, dari Pihak API‐IMA dipimpin oleh Pak Tony Wenas (Wakil Ketua Umum API‐IMA), Pak Nico Kanter, Ibu Yanti Sinaga, Ibu Rini Ranty, Pak Yuni Rusnidar. Turut hadir pula Mr. Javier Targhetta (FCX), Mr. Carlos (Atlantic Copper) dan Pak Rudy Seba (PT Freeport Indonesia). Sedangkan Bapak Chatib Basri (Kepala BKPM) didampingi oleh Pak Azhar Lubis, Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM.

Pelaksanaan FGD Seri Bauxite/Alumina, Lead‐Zinc, and Energy/Electricity (13 Sep 2012)

Bertempat di Ruang Pertemuan Lt. 5, Gedung Ditjen Minerba, Jl. Dr. Supomo 10, Jakarta. FGD ini dihadiri +120 peserta dari berbagai kalangan, termasuk anggota API‐IMA, asosiasi terkait, KADIN, PERHAPI, instansi pemerintah dan lembaga (kalangan ESDM, Perekonomian, Perindustrian, Perdagangan, BKF, Tekmira) dan lain‐lain. FGD Seri Bauxite/Alumina, Lead‐Zinc, and Energy/Electricity ini menghadirkan empat pemateri, yaitu dari PT Dairi Prima Mineral, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), dan Dirjen Kelistrikan – KESDM, yang sebelumnya didahului penjabaran umum oleh LAPI‐ITB.

Pertemuan Terbatas API‐IMA (18 Sep 2012)

Pertemuan dilaksanakan di Board Room PT Freeport Indonesia, Plaza 89 Lt. 5, Jl. HR Rasuna Said Jakarta, jam 10.00-12.00 WIB. Rapat membahas beberapa agenda, antara lain terkait Proyek Nilai Tambah, review pelaksanaan FGD Series, konsep laporan tinjauan tekno-akademis, rencana Closing Seminar dan lain-lain. Hadir pada pertemuan tersebut, Ketua Umum API-IMA Bp. Martiono Hadianto, Pak Syahrir AB, Pak Hendra S, serta Tim FGD dari PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara.

Rapat Inpres Hilirisasi Industri Pertambangan (19 Sep 2012)

Rapat diinisiasi oleh Asisten Deputi Urusan Pertambangan Umum, Kemenko Perekonomian; bertempat di Ruang Rapat Kedeputian ESDM dan Kehutanan, Gedung AA Maramis II Lt. 5, Jl. Lap. Banteng Timur Jakarta. Rapat dilaksanakan dalam rangka membahas Rancangan Inpres tentang Hilirisasi Industri Pertambangan. Kepada asosiasi dan instansi terkait dimohon tanggapannya sebagai bahan masukan pada rapat tersebut. Hadir dalam rapat dari API‐IMA adalah Bapak Syahrir AB dan Ibu Rini Ranty.

Rapat Persiapan HUT ke‐67 Pertambangan dan Energi (21 Sep 2012)

Rapat diinisiasi sehubungan dengan penyelenggaraan HUT ke‐67 Pertambangan dan Energi tahun 2012 pada tanggal 2 Oktober 2012. Bertempat di Ruang Rapat Lt. 2, Ditjen Minerba, Jl. Dr. Supomo 10, Jakarta. Rapat dipimpin oleh Direktur Pembinaan Pengussahaan Batubara, selaku Bendahara/ Koordinator Sponsorship, dengan agenda pembahasan rencana anggaran kegiatan HUT ke‐67 Pertambangan dan Energi tahun 2012.

AKTIVITAS KOMITE‐KOMITE

Komite Hukum dan Komite Kehutanan

Pelaksanaan Penanaman Pohon di DAS (5 Sep 2012)

Rapat Komite Kehutanan API‐IMA ini dilaksanakan sehubungan dengan undangan Rapat dari Pengurus Forum RHLBT pada lanjutan rapat Pelaksanaan Penanaman Pohon di Daerah Aliran Sungai, tanggal 6 September 2012, dengan agenda fokus pada: legal aspek; pelaksanaan teknis di DAS, dan pembahasan lain‐lain. Rapat bertempat di Ruang Rapat Sekretariat API‐IMA, Gedung Gajah Lt. 5, Jl. Dr. Saharjo Raya No. 111, Tebet – Jakarta Selatan.

Rapat Komite Hukum & Kehutanan (14 Sep 2012)

Rapat gabungan Komite Hukum dan Kehutanan API‐IMA dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan “Seminar Hukum Kewajiban Pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dalam Rangka Rehabilitasi DAS”, yang akan diselenggarakan oleh Ditjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial, tanggal 18‐19 di Batam, dimana API‐IMA diminta untuk menjadi salah satu Narasumber pada acara tersebut. Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretariat API‐IMA, Gedung Gajah Lt. 5, Jl. Dr. Saharjo Raya No. 111, Tebet – Jakarta Selatan, dengan agenda: persiapan penyusunan materi presentasi.

Komite Lingkungan Hidup (LH)

Rapat Komite LH (19 Sep 2012)

Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat PT Adaro Indonesia, Menara Karya Lt. 18, Jl. HR Rasuna Said Jakarta, jam 14.00 WIB ‐selesai. Agenda rapat yang dibahas antara lain : Status update RPP Limbah B3; Finalisasi position paper API‐IMA; membahas rencana pelaksanaan Symposium Limbah Industri, dan lain‐lain.

SEMINAR/DIKLAT/DIALOG

Diklat PERHAPI – Seri Pelatihan Hukum Pertambangan Mineral dan Batubara (10‐12 Sep 2012)


Tema diklat tersebut adalah “Mining Law Essentials – Starting point yang komprehensif bagi praktisi tambang baru, investor, pelaku pasar modal, investment managers, dan praktisi professional lainnya”, dimana Sekretaris Eksekutif API‐IMA, Hendra Sinadia, SH, MBA sebagai penggagas kegiatan dan menjadi salah satu pemateri dalam seri diklat tersebut dengan menyampaikan presentasi: “Kebijakan Pertambangan di Indonesia”. Diklat diselenggarakan di Hotel Grand Melia, Jakarta, tanggal 10‐12 September 2012.

Seminar Sustainable Development on Mining Processing Technology (18 Sep di JW Marriott)

Seminar dilaksanakan oleh pihak Outotec (perusahaan penyedia technology untuk fasilitas pengolahan dan pemurnian yang berbasis di Finlandia). Seminar yang dibuka secara resmi oleh Menteri Lingkungan Hidup juga dihadiri oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Finlandia. Sebagian besar narasumber adalah dari pihak Outotec dari berbagai kantor mereka di mancanegara. Dari akademisi yang hadir sebagai pembicara adalah Pak Zaki Mubarok dari ITB. Bp. Hendra Sinadia (sekretaris eksekutif) API‐IMA tampil sebagai salah satu narasumber dengan materi bertitel “Updates on Value Addition Policy in the Mining Sector”.

Mine Closure & Rehabilitation Conference (11‐12 Sep 2012)

Konferensi diselenggarakan oleh IBC Asia – Singapore di The Laguna Luxury Collection Resort & SPA – Bali. Direktur Eksekutif API‐IMA, Ir. Syahrir AB, M.Sc sebagai salah satu narasumber menyampaikan presentasi dengan tema : “Legal Consideration Impacting Mining Stakeholders”. Narasumber lain yang dihadirkan dalam konferensi tersebut adalah Dr. Phil Gorey – Department of Mines and Petroleum Western Australia (Government), Prof. Rudy Sayoga (ITB), Ashok Mitra (KPC), David Sompie (Newmont), Dr. Wisnu Susetyo (Adaro), Ariyanto Budi Santoso (Antam), Winarto Sudewo (Dairi Prima), Dr. Achmad Reza Widjaja ( Bumi Resources) mewakili Indonesia’s Mining Experts, serta Dr. Hishmi Jamil Husain (Rio Tinto), dll mewakili International Experts.

Seminar Hukum Kewajiban Pemegang IPPKH dalam Rangka Rehabilitasi DAS (18‐19 Sep 2012)


Seminar diselenggarakan di Hotel The Hills, Jl. Teuku Umar 1 Nagoya, Batam. API‐IMA diminta oleh Dirjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan untuk menjadi Narasumber, diwakili oleh Bapak I. Putrantoyo (Komite Kehutanan/Freeport, menggantikan Direktur Eksekutif yang berhalangan hadir).

EITI Seminar (24‐28 Sep 2012)

Seminar ini diinisiasi oleh Mr. David W. Brown, PhD (Advisor of the Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) – World Bank Indonesia, yang diselenggarakan di Cologne – West Germany. Asosiasi yang tergabung dalam Team EITI Indonesia (IMA, IPA, ICMA) turut diundang dalam seminar tersebut. Hadir mewakili API‐IMA adalah Bapak Muchlis (Freeport)yang juga sejak awal terlibat aktif dalam memberikan kontribusi pemikiran kepada EITI..

TEMPO – OFF THE RECORD DIALOGUE (27 Sep 2012)

Forum ini diinisiasi oleh TEMPO Media Group di Shangri‐La Hotel Jakarta, dengan tema: “Off the Record Dialogue – on Today’s Topic of Understanding the Mining Conundrum”. Speaker yang dihadirkan dalam forum tersebut adalah Pak Tony Wenas (Executive GM & Country Head Intrepid Mines and Vice Chairman of IMA), Bpk. Erry Riyana Hardjapamekas (EITI/Mining Experts), Pak Syahrir AB (Executive Director IMA), dan Mr. William Sullivan (CTTP Law Offices) serta Interviewer, Bpk. Bambang Harymurti (CEO TEMPO Media Group & TEMPO Senior Editor).

PERTEMUAN‐PERTEMUAN DI SEKRETARIAT


‐ Menerima kunjungan Ms. Daniela dari Bauma (3 Sep 2012): membahas persiapan pelaksanaan Bauma 2013;

‐ Menerima kunjungan Outotec (7 Sep 2012) : membahas rencana pelaksanaan Seminar yang akan diadakan oleh Outotec bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

‐ Menerima kunjungan Ms. Julia dari EKONID (17 Sep 2012); membahas rencana kunjungan delegasi bisnis dari Jerman terkait dengan kegiatan Simposium dan Workshop yang akan dilaksanakan oleh EKONID.

‐ Pertemuan/koordinasi dengan Perusahaan Anggota IMA (Pemegang KK) dalam rangka penyelenggaraan HUT ke‐67 Pertambangan dan Energi (26 Sep 2012).

 

 ---o0o---



Terakhir Diperbaharui ( Senin, 05 November 2012 06:47 )
 

PRESS RELEASE API-IMA

Surel Cetak PDF

Kepada Rekan-Rekan Media

Untuk mendapatkan kesamaan persepsi di antara kita tentang Pertambangan Indonesia, bersama ini saya sampaikan Press Release API – IMA, tentang :
A. RENEGOSIASI KONTRAK KARYA (KK) / PERJANJIAN KARYA PENGUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA (PKP2B)
B. PENERIMAAN NEGARA DARI SEKTOR PERTAMBANGAN; SUMBER, DISTRIBUSI DAN STRUKTURNYA
C. UU NO: 4 TAHUN 2009 DAN IMPLIKASINYA

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 13 Juni 2012 12:27 ) Selengkapnya...
 
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL